raysa.ghita

http://viagramakesmelightheaded.cnubjuyj.com

chicha raysa has invited you to join Friendster

Friendster You're Invited
chicha You're invited to join chicha raysa's network of friends.


By joining Friendster, you can reconnect with old friends, meet new friends, start a blog, build a custom profile, keep track of birthdays, and so much more!

You can even stay in touch if you move away, switch email addresses, or lose your mobile phone.


Friendster members you may know...
chicha
chicha
Copyright 2002-2010 Friendster, Inc. All rights reserved.
U.S. Patent No. 7,069,308, 7,117,254, 7,188,153, 7,451,161 & 7,478,078
800 W. El Camino Real, Suite 170, Mountain View, CA 94040, USA
Privacy Policy | Unsubscribe | Terms of Service

SASTRA INDONESIA KITA . . .: ARTIKEL TENTANG PUISI DAN UNSUR INTRINSIK DARI BERBAGAI SUMBER

SASTRA INDONESIA KITA . . .: ARTIKEL TENTANG PUISI DAN UNSUR INTRINSIK DARI BERBAGAI SUMBER

ARTIKEL TENTANG PUISI DAN UNSUR INTRINSIK DARI BERBAGAI SUMBER

Menurut artikel dalam situspoemhanina.blogspot.com, bahwa Cahari olehmu akan abdi. Menentukan Unsur Intrinsik Puisi Secara umum menarik dan tidaknya suatu puisi, dapat ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut. 1. Keunikan tema atau pokok permasalahan yang disampaikan. Ada 2 jenis kata penghubung,yaitu kata penghubung intra kalimat yang berarti kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat.contoh. karena, sehingga, tetapi, sedangkan, dll.selain itu juga ada kata penghubung antar kalimat yang






Menurut artikel dalam situs massofa.wordpress.com, bahwa Unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi, prosa, dan drama memiliki perbedaan, sesuai dengan ciri dan hakikat dari ketiga genre tersebut. Namun unsur ekstrinsik pada semua jenis karya sastra memiliki kesamaan. . Contoh: roman sejarah, kisah perjalanan, biografi, otobiografi. Prosa selalu bersumber dari lingkungan kehidupan yang dialami, disaksikan, didengar, dan dibaca oleh pengarang. Adapun ciri-ciri prosa fiksi adalah bahasanya terurai, dapat memperluas pengetahuan.







Menurut artikel dalam situs wartawarga.gunadarma.ac.id, bahwa Puisi termasuk seni sastra,sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka: puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan tuhan.


Sumber :
achmatim.net

Berbagai macam bentuk puisi,pantun dan contohnya


1.    Gurindam
Sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat.
Misal: Baik-baik memilih kawan
Salah-salah bisa jadi lawan
2.    Karmina
Pantun dua seuntai (pantun kilat) baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi berupa sindiran dengan rumus rima a-a
Misal: Kayu Lurus dalam ladang
Kerbau kurus banyak tulang
3.    Talibun
Bentuk puisi lama dalam kesusastraan Indonesia (Melayu) yang jumlah barisnya lebih dari empat, biasanya sampai 16-20, serta punya persamaan bunyi pada akhir baris (ada juga yang seperti pantun dengan jumlah baris genap seperti 6, 8, 12)
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dstnya.
Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:-
·    Ia merupakan sejenis puisi bebas
·    Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
·    Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
·    Tiada pembayang. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
·    Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
·    Gaya bahasa yang luas dan lumrah (memberi penekanan kepada bahasa yang berirama seperti pengulangan dll)
·    Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
·    Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara
Tema Talibun
Tema talibun biasanya berdasarkan fungsi puisi tersebut. Contohnya seperti berikut:-
·    Mengisahkan kebesaran/kehebatan sesuatu tempat dll
·    Mengisahkan keajaiban sesuatu benda/peristiwa
·    Mengisahkan kehebatan/kecantikan seseorang
·    Mengisahkan kecantikan seseorang
·    Mengisahkan kelakuan dan sikap manusia
Contoh Talibun
Tengah malam sudah terlampau
Dinihari belum lagi nampak
Budak-budak dua kali jaga
Orang muda pulang bertandang
Orang tua berkalih tidur
Embun jantan rintik-rintik
Berbunyi kuang jauh ke tengah
Sering lanting riang di rimba
Melenguh lembu di padang
Sambut menguak kerbau di kandang
Berkokok mendung, Merak mengigal
Fajar sidik menyinsing naik
Kicak-kicau bunyi Murai
Taktibau melambung tinggi
Berkuku balam dihujung bendul
Terdengar puyuh panjang bunyi
Puntung sejengkal tinggal sejari
Itulah alamat hari nak siang
(Hikayat Malim Deman)
4.    Syair
Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).
Daftar syair
·    Syair Bidasari
·    Syair Ken Tambuhan
·    Syair Kerajaan Bima
·    Syair Raja Mambang Jauhari
·    Syair Raja Siak
Syair disebut juga puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhiran dengan bunyi yang sama
Sumber :
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Wikipedia. 2007. Talibun. (online) (http://id.wikipedia.org/wiki/Talibun, diakses pada tanggal 23 Agustus 2007)
Wikipedia. 2007. Syair. (online) (http://id.wikipedia.org/wiki/Talibun, diakses pada tanggal 23 Agustus 2007)

PUISI "Sahabatku" by Pieter nurlete

Sahabatku……….!
Di dalam keremangan hidup ini,
aku berjalan mencari arti kehidupan
teringat aku padamu,
Sahabatku……….!
Engkau yang selalu membantu
di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya
tapi kini
dirimu tla jauh………dan terlalu jauh untuk ke jangkau
Sahabatku……….!
kepergianmu dengan tiba-tiba
sangat ku sesali
mengapakah aku tak tahu ??
setelah aku tahu semuanya
engkau sudah tiada padaku lagi

WS RENDRA PUISI




                                                                 Makna sebuah titipan



Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,


tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?


Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan 


untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?


Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu


 diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh
 dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan 
Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak 
keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"